Sabtu, 10 Mei 2014

Pengertian DDL, DML dan DCL



DDL

DDL merupakan perintah-perintah yang biasa digunakan administrator database untuk mendefinisikan skema dan subskema database.
Data Definition Language (DDL) mempunyai fungsi utama untuk mendefinisikan data dalam database secara logika, diantaranya yaitu:
Digunakan untuk mendefinisikan karakteristik dari record (meliputi nama, tipe dan lebar dari field), untuk menentukan kunci field, menyediakan cara untuk menentukan hubungan dengan data di file lain, untuk mengubah struktur dari record, untuk menampilkan struktur dari record. DDL digunakan untuk mendefinisikan, mengubah, serta menghapus basis data dan objek-objek yang diperlukan dalam basis data, misalnya tabel. Perintah yang termasuk DDL:
CREATE » untuk membuat, termasuk diantaranya membuat database dan tabel baru.
ALTER » untuk mengubah struktur tabel yang telah dibuat.
DROP » untuk menghapus database dan tabel.

DML
DML merupakan merupakan perintah-perintah yang memungkinkan pengguna melakukan akses dan manipulasi data sebagaimana yang telah diorganisasikan sebelumnya dalam model data yang tepat, Data Manipulation Language digunakan untuk memanipulasi database yang telah didefinisikan dengan DDL. Perintah yang termasuk DML:
INSERT » untuk menyisipkan atau memasukan dalam tabel
UPDATE » untuk memperbaharui data lama menjadi data terkini
DELETE » untuk menghapus datadari tabel
SELECT » untuk mengambil data atau menampilkan data dari satu tabel atau beberapa tabel.

DCL
DCL merupakan merupakan perintah-perintah yang digunakan untuk mengontrol data. Perintah yang termasuk DCL:
GRAND » untuk memberikan hak atau izin akses oleh administrator server kepada user
REVOKE » untuk menghilangkan atau mencabut hak akses yang telah diberikan kepada user oleh administrator.

Sumber :
http://www.carawebs.info/2013/08/pengertian-ddl-dml-dcl.html

Penanganan Kesalahan dan Help Dokumentasi


v  Jenis Kesalahan dan Slip
Tipe-tipe Kesalahan (Errors):
_ Kesalahan Persepsi
_ Kesalahan Kognitif
_ Kesalahan Motor (Gerak)
Tipe-tipe Slip:
_ Kesalahan Capture
_ Kesalahan Deskripsi
_ Kesalahan Data Driven
_ Pengaktifan Asosiatif
_ Hilangnya Pengaktifan
_ Kesalahan Mode
v  Petunjuk Pencegahan Kesalahan
_ Menghapus mode-mode atau menyediakan
petunjuk yang terlihat untuk mode-mode
tersebut.
_ Gunakan teknik koding yang baik (warna, gaya).
_ Memaksimalkan pengenalan, mengurangi
hafalan.
_ Merancang urutan gerak atau perintah yang
tidak sama.
_ Mengurangi kebutuhan untuk mengetik.
_ Uji dan memantau kesalahan-kesalahan dan
memperbaikinya.
_ Memungkinkan pertimbangan ulang aksi-aksi
yang dilakukan oleh user, misalnya
memindahkan file dari recycle bin.
v  Panduan Recovery(Memperbaiki) Kesalahan
_ Menyediakan tipe-tipe tanggapan yang sesuai.
_ Query: bertanya pada user apa yang sudah
dilakukan, kemudian melegalkan tindakan yang
salah.
_ Menyediakan fungsi “undo” dan pembatalan dari
proses yang sedang berjalan.
_ Meminta konfirmasi untuk perintah yang drastis
dan bersifat merusak.
_ Menyediakan pengecekan yang beralasan pada
masukan data.
_ Mengembalikan kursor ke area kesalahan,
memungkinkan untuk melakukan perbaikan.
_ Menyediakan beberapa kecerdasan buatan.
_ Menyediakan akses cepat kepada bantuan untuk
konteks-sensitif.
v  JENIS-JENIS DARI DOKUMENTASI DAN ALAT BANTU
JENIS-JENIS DARI DOKUMENTASI/HELP
_ Tidak pernah suatu penggantian untuk desain
tidak baik, tetapi penting.
_ Sistem sederhana -> user memanggil dan
menggunakannya, berikan nama.
_ Hampir sebagian sistem dengan banyak fitur
membutuhkan help/bantuan.
Jenis-jenis Bantuan:
_ Tutorial
_ Review/Referensi yang cepat
_ Manual Referensi (Penjelasan lengkap)
_ Bantuan untuk context-sensitive (spesifikasi tugas)
Ada sebagian pendapat menyatakan bahwa sistem yang interaktif
dijalankan tanpa membutuhkan bantuan atau training. Hal ini mungkin
ideal, akan tetapi jauh dari kenyataan. Pendekatan yang lebih
membantu adalah dengan mengasumsikan bahwa user akan
membutuhkan bantuan pada suatu waktu dan merancang bantuan
(help) ke dalam sistem.
Empat Jenis Bantuan Yang Dibutuhkan User:
• Quick Reference
Digunakan sebagai pengingat untuk user dari suatu yang detail yang
secara dasar sangat familiar dan biasa digunakan.
• Task-Spesifik Help
Digunakan untuk membantu user menghadapi masalah atau tidak
pasti mengambil tindakan dalam memecahkan masalah yang khusus.
• Full Explanation
Suatu alat bantu atau perintah yang dapat membantu memahami
secara lengkap.
• Tutorial
Khusus untuk user baru yang menyediakan perintah secara step by
step.
Kebutuhan Dari User Support:
• Availability
User dapat menggunakan bantuan pada setiap waktu selama
berinteraksi dengan sistem.
• Accuracy dan Compieteness
Bantuan ini seharusnya menyiapkan keakuratan dan kelangkapan
sistem bantuan.
• Consistency
User membutuhkan jenis-jenis yang berbeda dari bantuan untuk
digunakan pada kegunaan yang berbeda. Hal ini dapat secara tidak
langsung menyebabkan sistem bantuan tidak dapat bekerja. Sistem
bantuan harus konsisten terhadap semua sistem yang ada dan juga
pada sistem itu sendiri.
• Robustness
Sistem bantuan ini biasanya digunakan oleh orang yang sedang
dalam kesulitan, karena sistem mempunyai perilaku yang tidak dia
harapkan atau mempunyai kesalahan. Hal ini sangat penting dimana
sistem bantuan seharusnya kuat, baik dalam hal menangani
kesalahan dan perilaku yang tidak diharapkan.
• Flexibility
Sistem bantuan yang fleksibel akan membuat setiap user dapat
berinteraksi dalam mencari sesuatu yang dibutuhkannya.
• Unobtrusiveness
Sistem ini seharusnya tidak mencegah user dalam melanjutkan
pekerjaannya.
Pendekatan-pendekatan User Support:
_ Commad Assistance
Pendekatan yang umum untuk user support adalah
menyediakan bantuan pada level command, user yang
membutuhkan bantuan pada command yang khusus dan
ditampilkan pada layar bantuan atau pada manual page
yang menjelaskan tentang command tersebut.
Contoh: pada UNIX man help dan DOS help command.
_ Commad Prompt
Menyediakan bantuan ketika user menemukan kesalahan
yang sering terjadi dalam bentuk prompt perbaikan.
_ Context-Sensitive Help
Berbentuk menu based system yang menyediakan bantuan
pada menu option.
Contoh: editor help command dan machintos ballon help.
6
_ On-line Tutorial
Mengijinkan user bekerja melalui aplikasi dasar dengan
lingkungan percobaan. User dapat melihat kemajuan
sesuai dengan kecepatan dan dapat mengulangi bagian
dari tutorial yang dia inginkan. Kebanyakan on-line tutorial
tidak mempunyai intelligent, karena tidak mempunyai
pengetahuan tentang user dan pengalaman user
sebelumnya.
_ On-line Documentation
Membuat efektif dengan membuat dokumentasi tersedia di
komputer.
_ Intelligent Help System
Dioperasikan untuk memonitoring aktifitas user dan
mengkonstruksikan model sesuai dengan user. Model ini
termasuk pengalaman, preferences, kesalahan user atau
kombinasi dari semuanya.
Knowledge Representation: User Modelling
_ Quantification
Model yang sederhana dari user modelling yang
menggunakan jumlah tingkatan dari keahlian yang akan
merespon kearah yang berbeda.
_ Stereotypes
Berbasiskan pada karakteristik user dan kemungkinan
sederhana, seperti membuat perbedaan antara user baru
dan user yang ahli atau yang lebih kompleks, seperti
membuat stereotype yang berbasiskan pada lebih dari satu
informasi.
_ Overlay Models
Merupakan model yang ideal yang membandingkan
perilaku user. Hasilnya ditampilkan dalam dua model atau
perbedaan. Keuntungan dari model ini dapat melihat
secara pasti bagian dari aktifitas suatu sistem. Pendekatan
yang sama digunakan pada error bases model dimana
sistem menyimpan rekaman kesalahan dan perilaku
sebenarnya dari user serta membandingkannya.

_ Knowledge Representation: Domain dan Task
Modelling
_ Pendekatan yang umum dari masalah ini adalah untuk
mewakili tugas user dari urutan perintah yang tersedia
untuk mengeksekusinya. Sebagaimana pada tugas
user, command digunakan untuk membandingkan
urutan tugas yang telah disimpan dan mencocokkan
dengan urutan tepat. Jika urutan command user tidak
cocok, maka dibutuhkan bantuan. Pendekatan ini
digunakan pada sistem PRIAM.
_ Knowledge Representation: Modelling
Advisory Strategy
_ Sistem ini kadang disebut dengan intelligent help yang
membuat modelling advisory atau strategi tutorial. Pada
sistem ini tidak hanya membolehkan memilih nasehat
yang cocok untuk user, tetapi juga menggunakan
metode yang cocok.
Teknik Untuk Knowledge Representation
Terdapat empat grup utama dari teknik yang digunakan dalam knowledge
representation untuk intelligent help system:
1. Rule Based Techniques
_ Pengetahuan digunakan untuk mengetahui sekumpulan
aturan dan kenyataan. Teknik ini digunakan untuk domain
yang relatif besar dan dapat mewakili kegiatan yang
menampilkan pengetahuan.
2. Frame Based Techniques
_ Digunakan untuk mewakili situasi yang umum terjadi. Frame
merupakan suatu struktur yang berisi slot yang diberi label
yang memiliki ciri yang berhubungan.
3. Network Based Techniques
_ Mewakili pengetahuan tentang user dan sistem yang
merupakan hubungan antara kenyataan, contoh yang paling
umum adalah semantic network. Network merupakan suatu
hirarki dan child dapat berhubungan dengan parent-nya.
4. Examples Based Techniques
_ Mewakili pengetahuan yang secara implisit dengan struktur
keputusan dari suatu klasifikasi sistem.

Masalah dengan Knowledge
Representation dan Modelling
• Pengetahuan mewakili suatu issue pusat
dalam intelligent help system,tetapi tidak
tanpa masalah itu sendiri, pengetahuan
kadang sulit didapatkan, terutama jika ada
domain expert tidak tersedia. Masalah lain
adalah menginterpretasikan informasi yang
cocok.
Masalah Lainnya (dengan Knowledge
Representation dan Modelling)
- Inisiatif
_ Haruskan user mempertahankan pengawasan yang
lengkap terhadap sistem, haruskah sistem langsung
berinteraksi atau haruskah penggabungan dialog
didukung?
- Effect
_ Para perancang seharusnya memperhatikan efek dari
modelling dan adaptasi.
- Scope
_ Para perancang perlu memperhatikan scope dari
bantuan dimana digunakan pada level aplikasi atau
sistem yang luas.

Merancang User Support System
Terdapat banyak cara untuk merancangnya
dan semua itu diserahkan pada perancang
untuk memilih cara yang terbaik akan tetapi
hal yang perlu diperhatikan adalah:
_Perancangan seharusnya tidak seperti “add-on”
pada sistem. Secara ideal seharusnya
merupakan bagian integral dalam sistem.
_Perancangan harus memperhatikan isi dari
bantuan dan konteks sebelum teknologi
tersedia.
Masalah Presentasi
_ How is help request?
_ Pilihan pertama bagi perancang untuk membuat
bagaimana bantuan dapat diakses oleh user. Terdapat
beberapa pilihan. Bantuan ini dapat berupa command,
button fungsi yang dapat memilih on atau off atau
aplikasi yang terpisah.
_ How is help displayed?
_ Bagaimana bantuan dapat dilihat oleh user. Dalam
system window mungkin ditampilkan dalam window
yang baru. Dalam sistem lain mungkin dalam layar yang
penuh atau bagian dari layar. Alternatif lain dapat
berbentuk pop-up box atau tingkat command line.
_ Effective presentation of help
_ Tidak menjadi masalah teknologi apa yang digunakan
untuk membuat akan tetapi yang perlu diperhatikan
akan menjadi suatu prinsip, yaitu keefektifan.
Masalah Implementasi
- Para perancang harus membuat keputusan untuk implementasi
berupa secara fisik maupun pilihan yang tersedia untuk user.
Keputusan ini sudah termasuk dalam pernyataan command operating
system, apakah berbentuk meta-command atau aplikasi. Hambatan
fisik berupa screen space, kapasitas memori dan kecepatan.
- Masalah lain adalah bagaimana struktur data bantuan: apakah
berbentuk single file, hierarchy file atau database.

SUMBER MATERI:


Sistem Penunjang Keputusan


Konsep Sistem Pendukung Keputusan (SPK) / Decision Support Sistem (DSS) pertama kali diungkapkan pada awal tahun 1970-an oleh Michael S. Scott Morton dengan istilah Management Decision Sistem. Sistem tersebut adalah suatu sistem yang berbasis komputer yang ditujukan untuk membantu pengambil keputusan dengan memanfaatkan data dan model tertentu untuk memecahkan berbagai persoalan yang tidak terstruktur .
Istilah SPK mengacu pada suatu sistem yang memanfaatkan dukungan komputer dalam proses pengambilan keputusan. Untuk memberikan pengertian yang lebih mendalam, akan diuraikan beberapa difinisi mengenai SPK yang dikembangkan oleh beberapa ahli, diantaranya oleh Man dan Watson yang memberikan definisi sebagai berikut, SPK merupakan suatu sistem yang interaktif, yang membantu pengambil keputusan melalui penggunaan data dan model-model keputusan untuk memecahkan masalah yang sifatnya semi terstruktur maupun yang tidak terstruktur.
Karakteristik dan Nilai Guna
Karakteristik sistem pendukung keputusan adalah:
  1. Sistem Pendukung Keputusan dirancang untuk membantu pengambil keputusan dalam memecahkan masalah yang sifatnya semi terstruktur ataupun tidak terstruktur dengan menambahkan kebijaksanaan manusia dan informasi komputerisasi.
  2. Dalam proses pengolahannya, sistem pendukung keputusan mengkombinasikan penggunaan model-model analisis dengan teknik pemasukan data konvensional serta fungsi-fungsi pencari / interogasi informasi.
  3. Sistem Pendukung Keputusan, dirancang sedemikian rupa sehingga dapat digunakan/dioperasikan dengan mudah.
  4. Sistem Pendukung Keputusan dirancang dengan menekankan pada aspek fleksibilitas serta kemampuan adaptasi yang tinggi.
Dengan berbagai karakter khusus diatas, SPK dapat memberikan berbagai manfaat dan keuntungan. Manfaat yang dapat diambil dari SPK adalah :
  1. SPK memperluas kemampuan pengambil keputusan dalam memproses data / informasi bagi pemakainya.
  2. SPK membantu pengambil keputusan untuk memecahkan masalah terutama berbagai masalah yang sangat kompleks dan tidak terstruktur.
  3. SPK dapat menghasilkan solusi dengan lebih cepat serta hasilnya dapat diandalkan.
  4. Walaupun suatu SPK, mungkin saja tidak mampu memecahkan masalah yang dihadapi oleh pengambil keputusan, namun ia dapat menjadi stimulan bagi pengambil keputusan dalam memahami persoalannya, karena mampu menyajikan berbagai alternatif pemecahan.
Di samping berbagai keuntungan dan manfaat seperti dikemukakan diatas, SPK juga memiliki beberapa keterbatasan, diantaranya adalah  :
  1. Ada beberapa kemampuan manajemen dan bakat manusia yang tidak dapat dimodelkan, sehingga model yang ada dalam sistem tidak semuanya mencerminkan persoalan sebenarnya.
  2. Kemampuan suatu SPK terbatas pada perbendaharaan pengetahuan yang dimilikinya (pengetahuan dasar serta model dasar).
  3. Proses-proses yang dapat dilakukan SPK biasanya juga tergantung pada perangkat lunak yang digunakan.
  4. SPK tidak memiliki kemampuan intuisi seperti yang dimiliki manusia. Sistem ini dirancang hanyalah untuk membantu pengambil keputusan dalam melaksanakan tugasnya.
Jadi secara dapat dikatakan bahwa SPK dapat memberikan manfaat bagi pengambil keputusan dalam meningkatkan efektifitas dan efisiensi kerja terutama dalam proses pengambilan keputusan.
Komponen Sistem Pendukung Keputusan
Sistem pendukung keputusan terdiri atas tiga komponen utama yaitu :
  1. Subsistem pengelolaan data (database).
  2. Subsistem pengelolaan model (modelbase).
  3. Subsistem pengelolaan dialog (userinterface).
Sumber :