Rabu, 28 September 2011

Kekeringan pada Musim Kemarau


Kekeringan pada Musim Kemarau

Tahun ini musim kemarau yang terjadi di Indonesia sangatlah panas dan suhu udara pun menjadi tinggi. Akibatnya, kekeringan melanda di beberapa wilayah di Indonesia. Musim kemarau tahun ini terjadi pada bulan Mei akhir hingga oktober nanti. Biarpun musim kemarau tahun ini cukup singkat tapi dampak musim kemarau ini  sudah banyak terjadi kekeringan dimana-mana. Musim kemarau kali ini, bukan hanya berakibat kekeringan di sebagian wilayah Indonesia namun rawan kebakaran juga karena keringnya daun-daun dan angin yang cukup kencang dapat memicu terjadinya kebakaran. Kekeringan yang terjadi ini mengakibatkan sawah-sawah dibeberapa daerah menjadi kering karena saluran-saluran air irigasinya kering. Di sebagian wilayah Indonesia yang mengalami kemarau terparah harus merasakan kekeringan di sekitar tempat tinggalnya sehingga menimbulkanberkurangnya persedian air bersih disekitarnya. Dengan begitu, untuk mendapatkan air bersih tersebut mereka harus membeli dengan harga yang relatif mahal dan harus rela mengantri berjam-jam. Untuk mendapatkan air bersih tersebut mereka harus mengantri dulu. Kurangnya pasokan air bersih di musim kemarau ini seharusnya menjadi pelajaran buat kita agar kita lebih bisa memanfaatkan air bersih secara baik.

Minggu, 25 September 2011

salah masuk kelas






Salah masuk kelas

Pas pertama kali masuk kelas baru. Awalnya degdegan lagi karna belom ada temen cewe yang sekelas. Terus pas pertama kali masuk kelas di kelas baru yaitu kelas 2ka06 saya datang sengaja agak pagi biarpun kalo biasanya mah paspasan datengnya. Sengaja aja gitu pas awal masuk datang pagi. Ternyata pas masuk pertama kali itu dapet di ruang E127. Pas nemu ruangan itu yaudah langsung masuk aja. Terus tiba-tiba orang-orang yang ada dikelas itu pada heran gitu pas saya masuk ruangan itu. Terus pada bisik-bisik gini “emang udah masuk ya ?”. dengan pede nya saya duduk diem aja. Eeh beberapa menit kemudian orang-orang yang ada diruangan itu pada keluar semua. Ternyata yang saya kelas yang saya masukin itu ternyat masih kelas pagi. Malu banget deeeh.hehee. sangking groginya kali ya mau masuk kelas baru eeh sampe ga nanya-nanya dulu itu kelas berapa.. Terus nih ya untungnya ga lama kemudian ada anak kelas 2k06 beneran yang masuk. Terus saya tanya dulu aja anak 2ka06 yaa ?untungnya dijawab iya. Kalo dijawab ga tau deh mesti gimana haha. besok-besok kalo mau masuk ruangan nanya-nanya dulu kali ya hehee

Kamis, 09 Juni 2011

Manusia dan Kehidupan, Manusia dan Kematian




Manusia dan Kehidupan, Manusia dan Kematian

Manusia dan Kehidupan

Kehidupan adalah fenomena atau perwujudan adanya hidup, yaitu keadaan yang membedakan organisme (makhluk hidup) dengan benda mati.
Salah satunya adalah tentang sebuah arti kehidupan menurut Quran. Bahwa hidup adalah sebuah tempat “kepura-puraan” atau “sandiwara”, “saling menyombongkan diri” dan “penipuan”. Eits, tunggu dulu. Ini penjabarannya:
Kepura-puraan maksudnya adalah bahwa hidup ini sebenarnya adalah kosong, tidak ada artinya bagi kita semua. Kita mencari harta dan menumpuknya sebanyak-banyaknya adalah sejatinya kosong. Kita mencari gelar dan jabatan setinggi-tingginya adalah sebenarnya kosong. Kita bernapas pun sebenarnya adalah kosong. Jadi, sebetulnya semuanya adalah kosong, kecuali Yang Maha Agung yang mempunyai kuasa bagi seluruh alam, tak terkecuali manusia.
Saling menyombongkan diri maksudnya kita hidup hanya dikejar oleh rasa ingin membanggakan diri sendiri. Punya sesuatu yang sedikit pun apabila dirasakan baik baginya cenderung ingin ditunjukkan kepada orang lain. Rasa kebanggaan terhadap diri sendiri (dan juga bisa membanggakan orang lain atau harta benda yang dimiliki) itu tidak dapat dipungkiri melekat pada diri semua manusia tanpa terkecuali.
Penipuan. Yang dimaksud penipuan di sini adalah, bahwa nikmat yang dirasakan di dunia adalah sebenarnya bukan nikmat yang langgeng, hanya nikmat semu dan sesaat. Namun itu dirasakan nikmat dan cenderung dengan senang hati dilakukan oleh manusia. Sedangkan nikmat yang sebenarnya adalah nikmat akhirat, yang di dunia adalah dirasakan bukan sebagai nikmat oleh manusia melainkan sebagai sebuah beban atau tuntutan. Sehingga, manusia cenderung untuk meninggalkannya.
Kehidupan di dunia ini hanyalah dapat dirasakan bukan sebagai ketiga hal di atas oleh orang yang benar-benar tidak memikirkan ketiga hal yang di atas, melainkan menyandarkan kesemuanya kepada Yang Esa. Sedangkan untuk bisa melakukan itu, manusia harusnya mempunyai dua kunci hidup, yakni SABAR dan SYUKUR (Sesuai dengan konsepku pribadi, namun sekarang aku tambahi satu lagi jadi 3S: SADAR, SABAR, dan SYUKUR).

Manusia dan Kematian

Agama, khususnya agama-agama samawi, mengajarkan bahwa ada kehidupan sesudah kematian. Kematian adalah awal dari satu perjalanan panjang dalam evolusi manusia, di mana selanjutnya ia akan memperoleh kehidupan dengan segala macam kenikmatan atau berbagai ragam siksa dan kenistaan.
Kematian dalam agama-agama samawi mempunyai peranan yang sangat besar dalam memantapkan akidah serta menumbuhkembangkan semangat pengabdian. Tanpa kematian, manusia tidak akan berpikir tentang apa sesudah mati, dan tidak akan mempersiapkan diri menghadapinya. Karena itu, agama-agama menganjurkan manusia untuk berpikir tentang kematian. Rasul Muhammad saw, misalnya bersabda, “Perbanyaklah mengingat pemutus segala kenikmatan duniawi (kematian).”
Dapat dikatakan bahwa inti ajakan para Nabi dan Rasul setelah kewajiban percaya kepada Tuhan, adalah kewajiban percaya akan adanya hidup setelah kematian.
Dari Al-Quran ditemukan bahwa kehidupan yang dijelaskannya bermacam-macam dan bertingkat-tingkat. Ada kehidupan tumbuhan, binatang, manusia, jin, dan malaikat, sampai ke tingkat tertinggi yaitu kehidupan Yang Mahahidup dan Pemberi Kehidupan. Di sisi lain, berulang kali ditekankannya bahwa ada kehidupan di dunia dan ada pula kehidupan di akhirat. Yang pertama dinamai Al-Quran al-hayat ad-dunya (kehidupan yang rendah), sedangkan yang kedua dinamainva al-hayawan (kehidupan yang sempurna).
“Sesungguhnya negeri akhirat itu adalah al-hayawan (kehidupan yang sempurna” (QS Al-’Ankabut [29]: 64)
Dijelaskan pula bahwa,
“Kesenangan di dunia ini hanya sebentar, sedang akhirat lebih baik bagi orang-orang bertakwa, dan kamu sekalian (yang bertakwa dan yang tidak) tidak akan dianiaya sedikitpun (QS Al-Nisa’ 14]: 77)
Betapa kehidupan ukhrawi itu tidak sempurna, sedang di sanalah diperoleh keadilan sejati yang menjadi dambaan setiap manusia, dan di sanalah diperoleh kenikmatan hidup yang tiada taranya.

Satu-satunya jalan untuk mendapatkan kenikmatan dan kesempurnaan itu, adalah kematian, karena menurut Raghib Al-Isfahani:
“Kematian, yang dikenal sebagai berpisahnya ruh dari badan, merupakan sebab yang mengantar manusia menuju kenikmatan abadi. Kematian adalah perpindahan dari satu negeri ke negeri yang lain, sebagaimana diriwayatkan bahwa, “Sesungguhnya kalian diciptakan untuk hidup abadi, tetapi kalian harus berpindah dan satu negeri ke negeri (yang lain) sehingga kalian menetap di satu tempat.” (Abdul Karim AL-Khatib, I:217)
Kematian walaupun kelihatannya adalah kepunahan, tetapi pada hakikatnya adalah kelahiran yang kedua. Kematian manusia dapat diibaratkan dengan menetasnya telur-telur. Anak ayam yang terkurung dalam telur, tidak dapat mencapai kesempurnaan evolusinya kecuali apabila ia menetas. Demikian juga manusia, mereka tidak akan mencapai kesempurnaannya kecuali apabila meninggalkan dunia ini (mati).
Ada beberapa istilah yang digunakan Al-Quran untuk menunjuk kepada kematian, antara lain al-wafat (wafat), imsak (menahan).

Sumber :

Senin, 09 Mei 2011

analisa Bu Muslimah dalam Laskar Pelangi

Analisa Bu Muslimah dalam film Laskar Pelangi



Bernama lengkap N.A. Muslimah Hafsari Hamid binti K.A. Abdul Hamid.  Ibu guru yang sering disebut bu Mus ini adalah Ibu Guru bagi Laskar Pelangi. Wanita lembut ini adalah guru yang pertama Laskar Pelangi dan merupakan guru yang paling berharga bagi merekaDan sepanjang perjalanannya mengajar selama 6 tahun,beliau hanya mengajar sepuluh orang murid, di sebuah sekolah swasta SD Muhammadiyah Gantong,denagn kondisi sekolah yang memperhatinkan. Bu Muslimah harus memenuhi kebutuhan ekonomi keluarganya. Tetapi beliau rela mengajar tanpa digaji karena beliau rela memberikan ilmu pengetahuan untuk murid-muridnya. Beliau mengabdikan dirinya untuk mengajar memberi ilmu pengetahuan dan menanamkan nilai-nilai kebaikan untuk murid-muridnya. Ia merupakan seorang pendidik yang sangat baik. Sosok bu Muslimah merupakan sosok guru yang ideal. Bu Muslimah merupakan guru yang benar-benar ikhlas untuk memberikan ilmu untuk murid-muridnya. Bu Muslimah guru yang benar-benar memperjuangkan pendidikan untuk murid-muridnya walaupun fasilitas sekolah mereka tidak memadai. Dia rela memperjuangkan sekolah itu supaya anak-anak muridnya masih bisa sekolah. Bu Muslimah merupakan sosok guru yang benar-benar pahlawan tanpa jasa.

Jumat, 08 April 2011

sebab-sebab dan cara mengatasi gelisah


Sebab-sebab Orang Gelisah dan Cara Mengatasi Gelisah

Manusia pasti pernah mengalami kegelisahan baik intensitasnya sering ataupun jarang. Kegelisahan sendiri berasal dari kata gelisah yang berarti tidak tentram hatinya, selalu merasa khawatir,tidak senang tidak sabar, cemas sehingga kegelisahan merupakan hal yang menggambarkan seseorang tidak tentram hati maupun perbuatannya, merasa khawatir, tidak tenang dalam tingkah lakunya, tidak sabar ataupun dalam kecemasan. Kebiasan-kebiasan orang yang sedang geliah diantaranyaberjalan mondar-mandir, duduk termenung sambil memegang kepalanya dan berbagai hal lain yang mungkin dapat membingungkan orang yang melihatnya.

Sebab-sebab Orang Gelisah

Apabila di kaji, sebab sebab orang gelisah adalah karena mereka takut kehilangan berbagai macam haknya seperti hak untuk hidup, hak milik, hak memperoleh perlindungan dan lain-lain. Sebab-sebab orang gelisah adalah karena pada hakekatnya orang takut kehilangan hak-haknya. Hal itu adalah akibat dari suatu ancaman, baik ancaman dari luar maupun dari dalam.

Cara Mengatasi Gelisah

Mengatasi kegelisahan ini peratam-tama harus mulai dari diri kita sendiri terlebih dahulu, yaitu kita harus bersikap tenang. dengan sikap tenang kita dapat berpikir tenang, sehingga kesulitan dapat kita atasi. sedangkan cara yang paling ampuh untuk mengatasi kegelisahan adalah dengan berserah diri kepada Tuhan.

http://id.shvoong.com/social-sciences/psychology/1993679-manusia-dan-kegelisahan/
http://newarr.weebly.com/uploads/5/3/3/6/5336039/ibd_10.pdf