Senin, 10 Maret 2014

Pengenalan Etika dan Profesionalisme Teknologi Sistem Informasi

Pengenalan Etika dan Profesionalisme Teknologi Sistem Informasi
Pengertian Etika, Moral dan Profesi. Kata etika berasal dari bahasa Yunani, “ethos” atau “ta etha” yang berarti tempat tinggal, padang rumput, kebiasaan atau adat istiadat. Oleh filsuf Yunani, Aristoteles, etika digunakan untuk menunjukkan filsafat moral yang menjelaskan fakta moral tentang nilai dan norma moral, perintah, tindakan kebajikan dan suara hati. Kata yang agak dekat dengan pengertian etika adalah moral. Kata moral berasal dari bahasa Latin yaitu “mos” atau “mores” yang berarti adat istiadat, kebiasaan, kelakuan, tabiat, watak, akhlak dan cara hidup. Secara etimologi, kata etika (bahasa Yunani) sama dengan arti kata moral (bahasa Latin), yaitu adat istiadat mengenai baik-buruk suatu perbuatan. Namun demikian moral tidak sama dengan etika. Kata moral lebih mengacu pada baik-buruknya manusia sebagai manusia, menuntun manusia bagaimana seharusnya ia hidup atau apa yang boleh dan apa yang tidak boleh dilakukan. Sedangkan etika adalah ilmu, yakni pemikiran rasional, kritis dan sistematis tentang ajaran-ajaran moral. Etika menuntun seseorang untuk memahami mengapa atau atas dasar apa ia harus mengikuti ajaran moral tertentu. Dalam artian ini, etika dapat disebut filsafat moral. Yang dimaksud etika profesi adalah norma-norma, syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan yang harus dipenuhi oleh sekelompok orang yang disebut kalangan profesional.
Lalu siapakah yang disebut profesional itu? Orang yang menyandang suatu profesi tertentu disebut seorang profesional. Selanjutnya Oemar Seno Adji mengatakan bahwa peraturan-peraturan mengenai profesi pada umumnya mengatur hak-hak yang fundamental dan mempunyai peraturan-peraturan mengenai tingkah laku atau perbuatan dalam melaksanakan profesinya yang dalam banyak hal disalurkan melalui kode etik. Sedangkan yang dimaksud dengan profesi adalah suatu moral community (masyarakat moral) yang memiliki cita-cita dan nilai bersama. Mereka membentuk suatu profesi yang disatukan karena latar belakang pendidikan yang sama dan bersama-sama memiliki keahlian yang tertutup bagi orang lain.
Sebagai seorang yang profesional, kita mempunyai tanggung jawab untuk mempromosikan etika penggunaan teknologi informasi di tempat kerja. Kita mempunyai tanggung jawab manajerial. Kita harus menerima tanggung jawab secara etis seiring dengan aktivitas pekerjaan. Hal itu termasuk melaksanakan peran kita dengan baik sebagai suatu sumber daya manusia yang penting di dalam sistem bisnis dalam organisasi. Sebagai seorang manajer atau pebisnis profesional, akan jadi tanggung jawab kita untuk membuat keputusan-keputusan tentang aktivitas bisnis dan penggunaan teknologi informasi, yang mungkin mempunyai suatu dimensi etis yang harus dipertimbangkan.

Lalu apa yang dimaksud " Computer Ethics "?

" Etika untuk profesional di bidang komputer adalah jalur-jalur etik dan peraturan-peraturan yang diterapkan pada konteks lingkungan komputer berdasarkan standard profesional dan berkonsentrasi untuk digunakan untuk produk yang berhubungan dengan komputer. "

Merupakan hal yang penting untuk mengetahui bahwa hal yang tidak etis belum tentu ilegal. Jadi, dalam kebanyakan situasi, seseorang atau organisasi yang dihadapkan pada keputusan etika tidak mempertimbangkan apakah melanggar hukum atau tidak.
Banyaknya aplikasi dan peningkatan penggunaan TI telah menimbulkan berbagai isu etika, yang dapat dikategorikan dalam empat jenis:
1. Isu privasi: rahasia pribadi yang sering disalahgunakan orang lain dengan memonitor e-mail, memeriksa komputer orang lain, memonitor perilaku kerja (kamera tersembunyi). Pengumpulan, penyimpanan, dan penyebaran informasi mengenai berbagai individu/pelanggan dan menjualnya kepada pihak lain untuk tujuan komersial. Privasi informasi adalah hak untuk menentukan kapan, dan sejauh mana informasi mengenai diri sendiri dapat dikomunikasikan kepada pihak lain. Hak ini berlaku untuk individu, kelompok, dan institusi.
2. Isu akurasi: autentikasi, kebenaran, dan akurasi informasi yang dikumpulkan serta diproses. Siapa yang bertanggung jawab atas berbagai kesalahan dalam informasi dan kompensasi apa yang seharusnya diberikan kepada pihak yang dirugikan?
3. Isu properti: kepemilikan dan nilai informasi (hak cipta intelektual). Hak cipta intelektual yang paling umum berkaitan dengan TI adalah perangkat lunak. Penggandaan/pembajakan perangkat lunak adalah pelanggaran hak cipta dan merupakan masalah besar bagi para vendor, termasuk juga karya intelektual lainnya seperti musik dan film.
4. Isu aksesibilitas: hak untuk mengakses infomasi dan pembayaran biaya untuk mengaksesnya. Hal ini juga menyangkut masalah keamanan sistem dan informasi.

Sumber :


Sabtu, 11 Januari 2014

Tugas Pengantar Telematika (Jurnal Cloud Computing)



PENGANTAR TELEMATIKA




ANGGOTA :

                 ARIF ZULYAN                                          
       DESINTHA RATNA WARDANI               
    SHABRINA SYELLA  A                        
               YASER ARAFAT AR                              

 4 KA 06


   JURNAL CLOUD COMPUTING
   Abstraksi


Cloud computing menjadi arsitektur jaringan yang kuat untuk melakukan komputasi skala besar dan kompleks. Dalam Jurnal ini, akan disurvei konsep secara komprehensif dan arsitektur cloud computing, pada segi keamanan dan masalah privasi.Akan dibandingkan perbedaan model awan, trust/reputation model dan privasi-skema pelestarian. pro dan kontranya akan dibahas untuk setiap keamanan cloud computing dan arsitektur strategi.


Pendahuluan


Dengan kemajuan yang sedang berlangsung dalam teknologi, penggunaan Cloud computing ini tentu meningkat. Cloud computing adalah teknologi yang lumayan baru yang mengandalkan internet untuk memberikan layanan pembayaran kepada pelanggan. Layanan yang paling sering digunakan dengan Cloud computing termasuk penyimpanan data dan mengakses perangkat lunak aplikasi (Gambar 1). penggunaan Cloud computing sangat menarik karena dua alasan: agak murah dan sangat nyaman. Pengguna dapat mengakses data atau menggunakan aplikasi dengan komputer pribadi dan akses internet. Aspek lainnya dari Cloud computing adalah perangkat lunak aplikasi tidak perlu diinstal pada pengguna komputer, mereka hanya dapat diakses melalui internet.



Arsitektur Cloud Computing


Cloud Computing menawarkan perangkat lunak, penyimpanan, dan / atau komputasi daya sebagai layanan untuk penggunanya, apakah mereka adalah orang pribadi atau karyawan perusahaan. Karena penggunaan yang efisien dari sumber daya komputasi dan kemampuannya untuk skala dengan beban kerja permintaan, Cloud Computing menjadi teknologi baru yang menarik untuk bisnis dan berbagai ukuran Namun, setiap keputusan bisnis menghadapi tidak cukup melihat apakah komputasi awan terbukti bermanfaat untuk itu. Sebaliknya, setiap bisnis harus membuat keputusan seperti apa tipe awan yang akan dimanfaatkan: publik, swasta, atau hibrida. Misalnya, awan publik memiliki biaya dimuka minimal karena faktanya adalah pengguna tidak perlu berinvestasi dalam infrastruktur. Namun, diperlukan biaya jangka panjang maksimum karena pengguna harus membayar untuk menyewa dalam jangka panjang, sedangkan pengguna dalam awan swasta perlu membayar lebih sedikit dalam jangka panjang karena kepemilikan awan. Dalam beberapa tahun terakhir, semakin banyak perusahaan mulai mengadopsi Cloud computing sebagai cara untuk memotong biaya tanpa mengorbankan produktivitas mereka. Penghematan biaya berasal dari sedikit atau tidaknya pemeliharaan yang dibutuhkan oleh mereka serta kemampuan mereka untuk mengorbankan modal besar untuk pengeluaran yang terkait dengan pembelian server untuk pusat data lokal mereka. Bahkan untuk perusahaan-perusahaan yang mengadopsi awan hibrida yang membutuhkan beberapa server lokal, jumlah ini secara dramatis berkurang karena pengadaan lebih dari pusat data tidak lagi diperlukan. Selain penghematan biaya, Cloud computing memungkinkan perusahaan untuk tetap gesit dan lebih dinamis merespon perubahan bisnis.


Cloud Computing Privacy

Sebelum layanan Cloud computing menjadi begitu diinginkan, pelanggan harus merasa aman dengan informasi yang mereka transfer. Pada jurnal tersebut dijelaskan model pertama yang menjelaskan (model privasi) dengan mengimplementasikan secara ekonomi efisien metode sedangkan intrusi CP sistem deteksi memfokuskan upaya lebih terhadap pencegahan serangan. Ketika merancang sebuah skema keamanan untuk layanan Cloud computing, ada yang mendasari dilema dimana keamanan tidak bisa datang pada biaya aspek yang diinginkan seperti kecepatan data atau keterjangkauan. untuk mengatasi dilema ini, beberapa skema keamanan seperti sistem Reputasi Dirichlet memungkinkan pengguna untuk mengontrol tingkat keamanan yang besar.


Tabel Kelebihan dari strategi keamanan Cloud computing
Tabel Kekurangan dari strategi keamanan Cloud  Computing




Kesimpulan
Cloud computing akan menjadi kekuatan utama dari skala besar dan komputasi kompleks dalam fitur. Dalam Jurnal ini, disajikan komprehensif survei pada konsep, arsitektur, dan tantangan Cloud computing.



Sumber : A Review on Cloud Computing: Design Challenges in Architecture and Security