Kamis, 23 Mei 2013

Proposal Penelitian Ilmiah

Proposal Penelitian Ilmiah
"Perancangan Aplikasi Absensi Guru di SDN 1 Menggunakan PHP dan MYSQL”


  1. Latar Belakang Masalah
      Pada era globalisasi sekarang ini perkembangan dunia teknologi informasi sudah sangat pesatnya baik media elektronik maupun cetak. Media internet adalah sumber informasi dan sumber daya komputer yang menjangkau seluruh dunia. Dengan internet bisa mempermudah segala sesuatu menjadi lebih efektif dan efisien.
      Dengan berkembangnya teknologi informasi yang ada, diharapkan dunia pendidikan berjalan sesuai dengan perkembangan yang ada. Didalam dunia pendidikan proses absensi merupakan proses yang penting. Tidak hanya  Absensi merupakan sesuatu yang penting dalam dunia pekerjaan.siswa siswi saja yang diharuskan untuk absensi, tetapi guru-gurupun wajib melakukan absensi. Proses absensi menentukan kualitas pekerjaan.
SDN 1 merupakan salah satu Sekolah Dasar yang banyak diminati didaerahnya. Sekolah yang bagus harus mempunyai sistem yang bagus juga. Salah satunya adalah dengan sistem absensi guru. SDN 1 masih menggunakan absensi guru secara manual. Absensi secara manual masih belum efektif dan efisien. Oleh karena itu, penulis akan membuat penelitian ilmiah dengan judul "Perancangan Aplikasi Absensi Guru di SDN 1 Menggunakan PHP dan MYSQL”


  1. Batasan Masalah
 Dalam penelitian ilmiah ini penulis akan membuat perancangan aplikasi absensi guru di SDN 1.
  1. Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan ini adalah untuk mempermudah proses absensi guru-guru di SDN 1 dan membuat proses absensi menjadi lebih efektif dan efisien.
4.      Teori Dasar

a.      PHP
PHP (akronim dari PHP Hypertext Preprocessor) yang merupakan bahasa pemrogramman berbasis web yang memiliki kemampuan untuk memproses data dinamis.
 Contoh terkenal dari aplikasi PHP adalah phpBB dan MediaWiki (software di belakang Wikipedia). PHP juga dapat dilihat sebagai pilihan lain dari ASP.NET/C#/VB.NET Microsoft, ColdFusion Macromedia, JSP/Java Sun Microsystems, dan CGI/Perl. Contoh aplikasi lain yang lebih kompleks berupa CMS yang dibangun menggunakan PHP adalah Mambo, Joomla!, Postnuke, Xaraya, dan lain-lain.
PHP dikatakan sebagai sebuah server-side embedded script language artinya sintaks-sintaks dan perintah yang kita berikan akan sepenuhnya dijalankan oleh server tetapi disertakan pada halaman HTML biasa. Aplikasi-aplikasi yang dibangun oleh PHP pada umumnya akan memberikan hasil pada web browser, tetapi prosesnya secara keseluruhan dijalankan di server.
Pada prinsipnya server akan bekerja apabila ada permintaan dari client. Dalam hal ini client menggunakan kode-kode PHP untuk mengirimkan permintaan ke server.

b.1 Syntax PHP
Kode PHP disimpan sebagai plain text dalam format ASCII, sehingga kode PHP dapat ditulis hampir di semua editor text seperti windows notepad, windows wordpad, dll. Kode PHP adalah kode yang disertakan di sebuah halaman HTML dan kode tersebut dijalankan oleh server sebelum dikirim ke browser.
Contoh file PHP (contoh.php):
<html>
<?
Print ("Contoh text yang menggunakan kode PHP");
?>
</html>
Pada file .html, HTTP server hanya melewatkan content dari file menuju ke browser. Server tidak mencoba untuk mengerti atau memproses file, karena itu adalah tugas sebuah browser.
Pada file dengan ekstensi .php akan ditangani secara berbeda. Yang memiliki kode PHP akan diperiksa. Web server akan memulai bekerja apabila berada diluar lingkungan kode HTML. Oleh karena itu server akan melewati semua content yang berisi kode HTML, CSS, JavaScript, simple text di browser tanpa diinterpretasikan di server.
Blok scripting PHP selalu diawali dengan <?php dan diakhiri dengan ?>. Blok scripting PHP dapat ditempatkan dimana saja di dalam dokumen. Pada beberapa server yang mendukung, blok scripting PHP dapat diawali dengan <? dan diakhiri dengan ?>. Namun, untuk kompatibilitas maksimum, sebaiknya menggunakan bentuk yang standar (<?php ?>).
Setiap baris kode PHP harus diakhiri dengan semikolon (;). Semikolon ini merupakan separator yang digunakan untuk membedakan satu instruksi dengan instruksi lainnya.
PHP menggunakan // untuk membuat komentar baris tunggal atau /* dan */ untuk membuat suatu blok komentar.

b.2 Variabel PHP
Variabel digunakan untuk menyimpan suatu nilai, seperti text, angka atau array. Ketika sebuah variabel dibuat, variabel tersebut dapat dipakai berulang-ulang.
Pada PHP semua variabel harus dimulai dengan karakter '$'. Variabel PHP tidak perlu dideklarasikan dan ditetapkan jenis datanya sebelum kita menggunakan variabel tersebut. Hal itu berarti pula bahwa tipe data dari variabel dapat berubah sesuai dengan perubahan konteks yang dilakukan oleh user. Secara tipikal, variabel PHP cukup diinisialisasikan dengan memberikan nilai kepada variabel tersebut.
Contoh berikut akan mencetak "PHP" :
$text = "PHP";
print "$text";
Identifier dalam PHP adalah case-sensitive, sehingga $text dengan $Text merupakan variabel yang berbeda. Built-in function dan structure tidak case-sensitive, sehingga echo dengan ECHO akan mengerjakan perintah yang sama. Identifier dapat berupa sejumlah huruf, digit/angka, underscore, atau tanda dollar tetapi identifier tidak dapat dimulai dengan digit/angka.

b.      MySQL
MySQL adalah sebuah perangkat lunak sistem manajemen basis data SQL (bahasa Inggris: database management system) atau DBMS yang multithread, multi-user, dengan sekitar 6 juta instalasi di seluruh dunia. MySQL AB membuat MySQL tersedia sebagai perangkat lunak gratis dibawah lisensi GNU General Public License (GPL), tetapi mereka juga menjual dibawah lisensi komersial untuk kasus-kasus dimana penggunaannya tidak cocok dengan penggunaan GPL.
Tidak sama dengan proyek-proyek seperti Apache, dimana perangkat lunak dikembangkan oleh komunitas umum, dan hak cipta untuk kode sumber dimiliki oleh penulisnya masing-masing, MySQL dimiliki dan disponsori oleh sebuah perusahaan komersial Swedia MySQL AB, dimana memegang hak cipta hampir atas semua kode sumbernya. Kedua orang Swedia dan satu orang Finlandia yang mendirikan MySQL AB adalah: David Axmark, Allan Larsson, dan Michael "Monty" Widenius.

  1. Metode Penelitian
Dalam pembuatan penulisan ilmiah ini penulis menggunakan  2 (dua) metode sebagai berikut :
1.      Studi Pustaka.
Yakni membaca beberapa buku yang dapat menunjang penulisan ini, dimana data dan informasi didapat dari buku.
2.      Studi Lapangan.
Yakni dengan browsing melalui media internet, dan melakukan observasi di SDN 1.

6.      Daftar Pustaka










Tidak ada komentar:

Posting Komentar