Rabu, 15 Desember 2010

PENDUDUK, MASYARAKAT, DAN KEBUDAYAAN


 PENDUDUK, MASYARAKAT DAN KEBUDAYAAN

Penduduk adalah seseoranag atau suatu kelompok masyarakat yang tinggal di suatu daerah dan mempunyai surat izin untuk ditinggal di daerah tersebut. penduduk bisa tinggal di desa maupun kota. Penduduk yang tinggal di desa disebut masyarakat desa dan penduduk yang tinggal di kota di sebut masyarakat kota.  Negara Indonesia merupakan salah satu negara yang kepadatan penduduknya besar. Pertumbuhan penduduk merupakan salah satu faktor yang penting dalam masalah perekonomian suatu negara. Jumlah penduduk di tentukan oleh angka kelahiran, angka kematian, dan perpindahan penduduk. Perrsebaran penduduk di Indonesia belum merata. Banyak daerah-daerah yang padat penduduknya dan ada juga daerah yang dikit penduduknya. Untuk mengatasi maslah persebaran penduduk yang tidak merata pemerintah menggalakan transmigrasi. Transmigrasi adalah perpindahan penduduk dari suatu pulau ke pulau lain dalam satu negara. Masyarakat adalah sebuah komunitas yang interdependen (saling tergantung satu sama lain). Istilah masyarakat digunakan untuk mengacu sekelompok orang yang hidup bersama dalam satu. Masyarakat merupakan salah satu satuan sistem sosial, atau kesatuan hidup manusia. Masyarakat adalah sekelompok orang yang tinggal bersama-sama dan membentuk suatu kebudayaan. Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari berbagai unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni.

PERTENTANGAN SOSIAL DAN INTEGRASI MASYARAKAT (TULISAN)


PERTENTANGAN SOSIAL DAN INTEGRASI MASYARAKAT

PERTENTANGAN SOSIAL
Pertentangan sosial bisa di sebut konflik atau pertikaian antara anggota masyarakat. Pertentangan bisa diartikan sebagai suatu proses sosial atara seseorang atau kelompok dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkan atau membuatnya tidak berdaya. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah perselisihan atau percekcokan. Pertentangan sosial terjadi karena adanya perbedaan pendapat di masyarakat. Setiap anggota masyarakat pasti pernah mengalami pertentangan sosial. Akibat yang terjadi setelah pertentangan bisa berupa akibat positif dan negatif. Akibat positif yang terjadi misalnya bisa memperkuat solidaritas atar masyarakat atau antar kelompok dan memperjelas aspek kehidupan. Akibat negatif yang terjadi misalnya timbul keretakan atau kerenggangan antar masyarakat atau antar kelompok, bisa merubah perilaku yang tadinya baik menjadi tidak baik, dan bisa menghilangkan nyawa masyarakat yang ikut dalam pertentangan sosial. Pertentangan sosial bisa di atasi dengan mencari penengah kelompok yang mampu mendamaikan masyarakat atau kelompok yang bertentangan. Atau dengan menyelesaikan segala masalah dengan kepala dingin dan tidak menggunakan emosi.
   
INTEGRASI MASYARAKAT

Integrasi adalah suatu keadaan di mana kelompok-kelompok masyarakat beradaptasi terhadap kebudayaan mayoritas masyarakat, namun masih tetap mempertahankan kebudayaan masing-masing antar daerah. Integrasi sosial dimaknai sebagai proses penyesuaian diri diantara unsur-unsur yang saling berbeda di dalam kehidupan masyarakat sehingga menghasilkan pola kehidupan masyarakat yang memiliki keserasian. Integrasi bisa diartikan sebagai pengendalian terhadap konflik dan penyimpangan sosial dalam suatu sistem masyarakat dan bisa diartikan juga dengan membuat kesuluruhan dan menyatukan unsur-unsur tertentu. Integrasi sosial adalah jika yang di kendalikan, disatukan, atau dikaitkan satu sama lain itu adalah unsur-unsur sosial atau kemasyarakatan. Suatu integrasi sosial di perlukan untuk supaya masyarakat tidah bubar atu tidah pecah meskipun telah menghadapi berbagai macam tantangan, baik berupa tantangan fisik taupun tantangan yang terjadi secara sosial atau konflik.

Selasa, 14 Desember 2010

AGAMA DAN MASYARAKAT (TULISAN)


AGAMA DAN MASYARAKAT

AGAMA
Agama adalah pedoman hidup manusia di dunia ini. Agama dipilih sesuai hati nurani setiap manusia. manusia berhak memilih agama atas kemauan hatinya sendiri. Hak pilih agama telah ditetapkan di dalam UUD 1945. Masalah agama adalah masalah pribadi setiap manusia. Setiap manusia berhak memilih agamanya sendiri tanpa paksaan dari orang lain. Agama adalah sistem ada prinsip kepercayaan kepada Tuhan. Ada enam agama besar yang paling banyak di anut di Indonesia agama Islam, Kristen (Protestan) dan Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu. Setiap umat yang beragama mempunyai hak untuk melaksanakn segala perintah agamanya dan menjauhi segala larangan agamanya. Indonesia adalah negara yang membebaskan penduduknya untuk memilih agama sesuai hati nuraninya. Berbicara soal agama adalah hubungan manusia dengan Tuhannya. Fungsi agama di bidang sosial adalah sebagai fungsi penentu di mana agama menciptakan suatu ikatan bersama, baik diantara anggota-anggota beberapa masyarakat maupun dalam kewajiban-kewajiban sosial yang membantu mempersatukan mereka. Fungsi agama sebagai sosialisasi individu ialah individu pada saat dia tumbuh menjadi dewasa, memerlukan suatu sistem nilai sebagai semacam tuntunan umum untuk (mengarahkan) aktivitasnya dalam masyarakat, dan berfungsisebagai tujuan akhir pengembangan kepribadian.

MASYARAKAT
Masyarakat adalah sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem, diana sebagian besar interaksinya adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut.

HUBUNGAN AGAMA DAN MASYARAKAT
Masyarakat dapat memeluk agama sesuai hati nuraninya sendiri. Setiap anggota masyarakat harus mempunyai agama sesuai dengan pilihannya untuk sebagai pedoman hidup di dunia.  

ILMU PENGETAHUAN, TEKNOLOGI, DAN KEMISKINAN (TULISAN)


ILMU PENGETAHUAN, TEKNOLOGI, DAN KEMISKINAN

ILMU PENGETAHUAN
Ilmu pengetahuan disusun secara bersistem menurut metode-metode suatu bidang tertentu, yang dapat diterangkan untuk menerangkan gejala-gejala tertentu. Terdapat bebagai bidang ilmu pengetahuan, seperti ilmu pengetahuan alam, ilmu pengetahuan sosial, dan ilmu pengetahuan terapan. Ilmu pengetahuan alam adalah ilmu yang berhubungan dengan alam. Ilmu pengetahuan alam terdiri dari ilmu fisika, ilmu biologi, dan ilmu kimia. Ilmu pengetahuan sosial adalah ilmu yang berhubungan dengan sosial atau kehidupan masyarakat. Ilmu pengetahuan sosial terdiri dari ilmu ekonomi, ilmu sosiologi, ilmu sejarah, ilmu geografi, ilmu antropologi, dan ilmu psoikologi. Ilmu pengetahuan terapan adalah ilmu pengetahuan murni. Ilmu pengetahuan terapan terapan terdiri dari ilmu komputer, ilmu informatika, dan ilmu rekayasa.
TEKNOLOGI
Kemajuan teknologi di zaman modern sekarang ini sangat pesat. Teknologi yang diciptakan semakin banyak dan beragam. Sebagian besar teknologi yang besar sangat menguntungkan manusia. Teknologi adalah suatu metode yang berkaitan dengan pembuatan suatu objek. Biasanya teknologi diartikan sebagai pengembangan alat-alat yang tadinya tradisional menjadi modern. Teknologi dibuat atas dasar ilmu pengetahuan, denagan tujuan untuk mempermudah pekerjaan manusia. Teknologi sangat erat hubungannya dengan sains. Teknologi diciptakan sesuai dengan kebutuhan manusia. Teknologi dapat digunakan di berbagai bidang. Misalnya teknologi di bidang informasi, teknologi di bidang industri, teknologi di bidang trasportasi, teknologi di bidang sumber daya alam, teknolog di bidang pertanian, dan lain-lain.

KEMISKINAN
Kemiskinan adalah keadaan ketidakmampuan untuk memenuhi segala keperluan hidup, seperti keperluan makanan, pakaian, tempat berlindung, kesehatan, dan pendidikan. Masih banyak kemiskinan yang terjadi di Indonesia.

MASYARAKAT PEDESAAN DAN MASYARAKAT PERKOTAAN (TULISAN)


MASYARAKAT PEDESAAN DAN MASYARAKAT PERKOTAAN

MASYARAKAT PEDESAAN
Masyarakat pedesaan adalah masyarakat yang bertempat tinggal di desa. Masyarakat desa umumnya bermata pencaharian di bidang pertanian, perternakan, perkebunan, dan perikanan. Masyarakat desa umumnya lebih kompak dari pada masyarakat kota. Mereka biasa bergotong royong dalam mengerjakan kepentingan bersama. Masyarakat desa suka tolong menolong antar warga jika salah satu wargaanya ada yang kesusahan. Masyarakat desa biasanya dinilai oleh masyarakat kota tenang, damai, dan adem ayem. Masyarakat kota biasanya berlibur di desa-desa untuk melepas lelah dan jenuh. Masyarakat desa sangatlah masih menjaga kelestarian kebudayaan. Masyarakat desa lebih peka terhadap keadaan lingkungannya.

MASYARAKAT KOTA
Masyarakat kota adalah masyarakat yang tinggal di kota. Ciri-ciri kehidupan masyarakat kota berbeda dengan ciri- ciri kehidupan masyarakat desa. Jumlah kepadatan penduduk di kota lebih besar dari pada di desa. Di kota biasanya masyarakat kota bermata pencaharian sebagai pegawai kantoran. Biasanya masyarakat kota tidak terlalu peka terhadap lingkungan. Masyarakat kota identik dengan masyarakat yang selalu sibuk. Penduduk kota lebih banyak dari pada penduduk desa.

HUBUNGAN DESA DAN KOTA
Masyarakat pedesaan dan perkotaan bukanlah dua komunitas yang terpisah sama sekali satu sama lain. Bahkan dalam keadaan yang wajar diantara keduanya terdapat hubungan yang erat, bersifat ketergantungan, karena antara mereka saling membutuhkan. Kota tergantung pada desa dalam memenuhi kebutuhan warganya akan bahan-bahan pangan seperti beras , sayur-mayur, daging dan ikan. Desa juga merupakan sumber tenaga kasar bagi jenis-jenis pekerjaan tertentu di kota, misalnya saja buruh bangunan dalam proyek-proyek perumahan , proyek pembangunan atau perbaikan jalan raya atau jembatan atau tukang becak. Mereka ini biasanya adalah pekerja-pekerja musiman. Pada saat musim tanam mereka, sibuk bekerja disawah. Bila pekerjaan dibidang pertanian mulai menyurut, sementara menunggu masa panen mereka merantau ke kota terdekat untuk melakukan apa saja yang tersedia.



Senin, 13 Desember 2010

PELAPISAN SOSIAL DAN KESAMAAN DERAJAT (TULISAN)


PELAPISAN SOSIAL DAN KESAMAAN DERAJAT

PELAPISAN SOSIAL
Pelapisan sosial adalah pembedaan atau pengelompokan para anggota masyarakat secara bertingkat. Terdapat lapisan-lapisan dalam masyarakat ada kelas sosial tinggi, sedang, dan rendah. Orang-orang yang di kelas tinggi biasanya mendapat hak-hak istimewa dibandingkan orang-orang yang dikelas rendah. Pelapisan sosial merupakan pembeda tinggi dan rendahnya kedudukan atau posisi seseorang dalam kelompoknya. Dasar tinggi dan rendahnya lapisan sosial seseorang itu disebabkan oleh berbagai macam perbedaan, seperti kekuasaan, kekayaan, ilmu pengetahuan, dan kehormatan. Perkembangan masyarakat menuju yang semakin modern dan kompleks, pelapisan sosial dalam masyarakat juga semakin banyak dan beragam. Terjadinya pelapisan sosial dalam kehidupan masyarakat dikarenakan sesuatu yang terjadi di dalam kehidupan masyarakat jumlahnya terbatas, akibatnya distribusi di dalam masyarakatnya tidak merata. Mereka yang mempunyai kekayaan lebih menempati kelas atas dan mereka yang tidak mempunyai kekeyaan lebih menempai kelas bawah.

KESAMAAN DERAJAT
Kesamaan derajat adalah sifat yang berhubungan atara manusia dengan lingkungan masyarakat. Sebagai anngota masyarakat mempunyai hak dan kewajiban terhadap masyarakat ataupun pemerintah. Setiap anggota masyarakat mempunyai kesamaan derajat di mata hukum. Persamaan hak tercantum dalam Universal Declaration of Human Right. Persamaan derajat di indonesia terdapat dalam UUD 1945 pasal 27, 29, dan 31.



WARGA NEGARA DAN NEGARA (TULISAN)


WARGA NEGARA DAN NEGARA

WARGA NEGARA
Warga negara adalah orang-orang yang tinggal di sebuah negara dan mempunyai izin tinggal disuatu negara tersebut. Kewarganegaraan merupakan keanggotaan seseorang dalam satuan politik tertentu  yang dengannya membawa hak untuk berpartisipasi dalam kegiatan politik. Seseorang dengan keanggotaan yang demikian disebut warga negara. Seorang warga negara berhak memiliki paspor dari negara yang dianggotainya. Seorang Warga Negara Indonesia (WNI) adalah orang yang diakui oleh UU sebagai warga negara Republik Indonesia. Biasanya WNI mempunyai kartu tanda penduduk di daerah tempat mereka tinggal. Contoh hak warga negara adalah setiap warga negara mempunyai hak dan kewajiban. Setiap warga negara boleh ikut serta dalam kegiatan politik, bebas memeluk agama, mendapat perlindungan hukum, mendapat pendidikan, mendapat penghidupan yang layak, dan bebas mengeluarkan pendapat. Contoh kewajiban warga negara adalah setiap warga negara berperan serta untuk mempertahankan dan membela negara, wajib mentaati dan mematuhi hukum dan peraturan yang ada, wajib membayar pajak, ikut serta dalam pembangunan, dan menjunjung tinggi dasar negara.

NEGARA
Suatu wilayah di permukaan bumi yang kekuasaannya baik politik, militer, ekonomi, sosial, maupun budayanya diatur oleh pemerintah yang berada di wilayah tersebut. Syarat primer sebuah negara adalah memiliki rakyat, memiliki wilayah, dan memiliki pemerintahan yang berdaulat. Sedangkan syarat sekundernya adalah mendapat pengakuan dari negara lain.

Minggu, 05 Desember 2010

PEMUDA DAN SOSIALISASI (TULISAN)


PEMUDA DAN SOSIALISASI

PEMUDA
Pemuda adalah suatu generasi yang dipundaknya terbebani bermacam-macam harapan, terutama dari generasi lainnya. Hal ini dapat dimengerti karena pemuda diharapkan sebagai generasi penerus, generasi yang akan melanjutkan perjuangan generasi sebelumnya, generasi yang harus mengisi dan melangsungkan estafet pembangunan secara terus menerus. Pemuda identik dengan sebagai sosok individu yang berusia produktif dan mempunyai karakter khas yang spesifik. Kelemahan dari seorang pemuda adalah kontrol diri dalam arti emosional. Kelebihan seorang pemuda adalah mau menghadapi perubahan. Perubahan yang menjadi suatu sebuah keberhasilan terhadap sebuah gerakan pemuda. Keberhasilan yang akan membuat hidup lebih baik. Pemuda merupakan sosok yang menjadi harapan-harapan bangsa.

SOSIALISASI
Sosialisasi adalah sebuah proses penanaman atau transfer kebiasaan atau nilai dan aturan dari satu generasi ke generasi lainnya dalam sebuah kelompok atau masyarakat. Berdasarkan jenisnya, sosialisasi dibagi menjadi dua: sosialisasi primer (dalam keluarga) dan sosialisasi sekunder (dalam masyarakat). Proses sosialisasi dapat diartikan sebagai proses belajar seseorang anggota masyarakat untuk mengenal dan menghayati norma-norma serta nilai-nilai masyarakat tempat ia menjadi anggota sehingga terjadi pembentukan sikap untuk berprilaku sesuai dengan tuntunan atau perilaku masyarakatnya.
Sosialisasi dimulai dari keluarga kemudian ke tetangga, teman sebaya, sekolah, masyarakat terbatas, komunitas kerja dan masyarakat luas. Proses sosialisasi yang baik adalah dirumah / di keluarga, karena jika sosialisasi di keluarga itu baik maka akan membentuk pribadi yang baik juga. Tetapi, jika proses sosialisasi seorang anak di rumah tidak baik akan membentuk pribadi anak yang tidak baik juga.

INDIVIDU, KELUARGA, DAN MASYARAKAT (TULISAN)


INDIVIDU, KELUARGA, DAN MASYARAKAT

INDIVIDU
Individu bisa diartikan dengan hidup sendiri. Individu merupakan suatu sebutan yang dapat dipakai untuk menyatakan suatu kesatuan yang paling kecil dan terbatas. Individu bukan berarti manusia sebagai suatu keseluruhan yang  tak dapat dibagi, melainkan sebagai kesatuan yang terbatas yaitu sebagai manusia perseorangan. Individu adalah seorang manusia yang tidak hanya memiliki peranan khas di dalam lingkungan sosialnya, melainkan juga mempunyai kepribadian serta pola tingkah laku spesifik dirinya. Pada dasarnya individu memiliki ciri-ciri yang berbeda-beda. Individu yang saling bergabung akan membentuk suatu kelompok atau masyarakat. Individu tersebut akan membentuk karakteristik yang sama dengan kelompoknya. Tidak ada manusia yang hidup sendiri-sendiri, pasti mereka saling membutuhkan sesama manusia. manusia saling membutuhkan dalam segala hal.

KELUARGA
Keluarga adalah sebuah kelompok terpenting untuk individu. Keluarga adalah lingkungan dimana berbagai orang memiliki hubungan darah. Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan.Keluarga berasal dari bahasa sansekerta “kulawarga” yang artinya “anggota, kelompok, kerabat”. Keluarga sebagai kelompok sosial terdiri dari sejumlah individu, memiliki hubungan antar individu, terdapat ikatan, kewajiban, tanggung jawab diantara individu tersebut. Biasanya sebuah keluarga terdiri dari suami, istri, dan anak. Ada beberapa tipe keluarga yakni keluarga inti yang terdiri dari suami,istri, dan anak atau anak-anak, keluarga konjugal yang terdiri dari pasangan dewasa (ibu dan ayah) dan anak-anak mereka, dimana terdapat interaksi dengan kerabat dari salah satu atau dua pihak orang tua. Selain itu terdapat juga keluarga  luas yang ditarik atas dasar garis keturunan di atas keluarga aslinya. Keluarga luas ini meliputi hubungan antara paman, bibi, keluarga kakek, dan keluarga nenek.

MASYARAKAT
Masyarakat adalah sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup (atau semi terbuka), dimana sebagian besar interaksi adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut. Kata "masyarakat" sendiri berakar dari kata dalam bahasa Arab, musyarak. Lebih abstraknya, sebuah masyarakat adalah suatu jaringan hubungan-hubungan antar entitas-entitas. Masyarakat adalah sebuah komunitas yang interdependen (saling tergantung satu sama lain). Umumnya, istilah masyarakat digunakan untuk mengacu sekelompok orang yang hidup bersama dalam satu komunitas yang teratur.



Kamis, 02 Desember 2010

PERTENTANGAN SOSIAL DAN INTEGRASI MASYARAKAT (TUGAS)


PERTENTANGAN SOSIAL DAN INTEGRASI MASYARAKAT

Hidup bermasyarakat adalah hidup dengan berhubungan baik antara dihubungkan dengan menghubungkan antara individu-individu maupun antara kelompok dan golongan. Hidup bermasyarakat juga berarti kehidupan dinamis dimana setiap anggota satu dan lainnya harus saling memberi dan menerima. Ikatan berupa norma serta nilai-nilai yang telah dibuatnya bersama diantara para anggotanya menjadikan alat pengontrol agar para anggota masyarakat tidak terlepas dari rel ketentuan yang telah disepakati itu. Rasa solider, toleransi, tenggang rasa, tepa selira sebagai bukti kuatnya ikatan itu. Pada diri setiap anggota terkandugn makna adanya saling ikut merasakan dan saling bertanggungjawab paa setiap sikap tindak baik megnarah kepada yang hang positif maupun negative. Tetapi disamping adanya suatu harmonisasi, disisi lain keadaan akan menjadi sebaliknya. Bukan harmonisasi ditemukan, tetapi disharmonisasi. Bukan keadaan organisasi tetapi disorganisasi. Sering kita temui keadaan dimasyarakat para anggotanya pada kondisi tertentu, diwarnai oleh adanya persamaan-persamaan dalam berbagai hal. Tetapi juga didapati perbedaan-perbedaan dan bahkan sering kita temui pertentangan-pertentangan. Itulah sebabnya keadaan masyarakat dan Negara mengalami kegoyahan-kegoyahan yang terkadang keaaan tidak terkendali dan dari situlah terjadinya perpecahan.. Sudah tentu sebabnya, misalnya adanya pertentangan karena perbedaan keinginan. Perbedaan kepentingan sebenarnya merupakan sifat naluriah disamping adanya persamaan kepentingan. Bila perbedaan kepentingan itu terjadi pada kelompok-kelompok tertentu, misalnya pada kelompok etnis, kelompok agama, kelompok ideology tertentu termasuk antara mayoritas dan minoritas.

Prasangka dan Diskriminasi

Prasangka (prejudice) diaratikan suatu anggapan terhadap sesuatu dari seseorang bahwa sesuatu itu buruk dengan tanpa kritik terlebih dahulu. Baha arab menyebutnya “sukhudzon”. Orang, secara serta merta tanpa timbabang-timbang lagi bahwa sesuatu itu buruk. Dan disisi lain bahasa arab “khusudzon” yaitu anggapan baik terhadap sesuatu. Prasangka menunjukkan pada aspek sikap sedangkan diskriminasi pada tindakan. Menurut Morgan (1966) sikap adalah kecenderungan untuk merespon baik secara positif atau negarif terhadap orang, obyek atau situasi. Sikap seseorang baru diketahui setelah ia bertindak atau beringkah laku. Oleh karena itu bisa saja bahwa sikap bertentangan dengan tingkah laku atau tindakan. Jadi prasangka merupakan kecenderungan yang tidak nampak, dan sebagai tindak lanjutnya timbul tindakan, aksi yang sifatnya realistis. Dengan demikian diskriminatif merupakan tindakan yang relaistis, sedangkan prsangka tidak realistis dan hanya diketahui oleh diri individu masing-masing. Prasangka ini sebagian bear sifatnya apriori, mendahului pengalaman sendiri (tidak berdasarkan pengalaman sendiri), karena merupakan hasil peniruan atau pengoperan langsung pola orang lain. . Dalam kehidupan sehari-hari prasangka ini banyak dimuati emosi-emosi atau unsure efektif yang kuat.


Sebab-sebab timbulnya prasangka dan diskriminasi :
1. berlatar belakang sejarah
2. dilatar-belakangi oleh perkembangan sosio-kultural dan situasional
3. bersumber dari factor kepribadian
4. berlatang belakang perbedaan keyakinan, kepercayaan dan agama

Usaha-usaha mengurangi/menghilangkan prasangka dan diskriminai
1. Perbaikan kondisi sosial ekonomi
2. Perluasan kesempatan belajar
3. Sikap terbuka dan sikap lapang

Etnosentrisme
Etnosentrisme yaitu suatu kecenderungan yang menganggap nilai-nilai dan norma-norma kebudayaannya sendiri sebagaai sesuatu yang prima, terbaik, mutlak dan diepergunakan sebagai tolok ukur untuk menilai dan membedakannya dengan kebudayaan lain. Etnosentrisme merupakan kecenderungan tak sadar untuk menginterpretasikan atau menilai kelompok lain dengan tolok ukur kebudayaannya sendiri. Sikap etnosentrisme dalam tingkah laku berkomunikasi nampak canggung, tidak luwes.

Pertentangan-pertentangan sosial / ketegangan dalam masyarakat
Konflik (pertentangan) mengandung suatu pengertian tingkah laku yang lebih luas dari pada yang biasa dibayangkan orang dengan mengartikannya sebagai pertentangan yang kasar atau perang. Dasar konflik berbeda-beda. Terdapat 3 elemen dasar yang merupakan cirri-ciri dari situasi konflik yaitu :
1. Terdapatnya dua atau lebih unit-unit atau baigan-bagianyang terlibat di dalam konflik
2. Unti-unit tersebut mempunyai perbedaan-perbedaan yang tajam dalam kebutuhan-kebutuhan, tujuan-tujuan, masalah-masalah, nilai-nilai, sikap-sikap, maupun gagasan-gagasan
3. Terdapatnya interaksi di antara bagian-bagian yang mempunyai perbedaan-perbedaan tersebut.

Konflik merupakan suatu tingkah laku yang dibedakan dengan emosi-emosi tertentu yang sering dihubungkan dengannya, misalnya kebencian atau permusuhan. Konflik dapat terjadi paa lingkungan yang paling kecil yaitu individu, sampai kepaa lingkungan yang luas yaitu masyarakat.
Adapun cara-cara pemecahan konflik tersebut adalah :
1. elimination; yaitu pengunduran diri salah satu pihak yang telibat dalam konflik yagn diungkapkan dengan : kami mengalah, kami mendongkol, kami keluar, kami membentuk kelompok kami sendiri
2. Subjugation atau domination, artinya orang atau pihak yang mempunyai kekuatan terbesar dapat memaksa orang atau pihak lain untuk mentaatinya
3. Mjority Rule artinya suara terbanyak yang ditentukan dengan voting akan menentukan keputusan, tanpa mempertimbangkan argumentasi.
4. Minority Consent; artinya kelompok mayoritas yang memenangkan, namun kelompok minoritas tidak merasa dikalahkan dan menerima keputusan serta sepakan untuk melakukan kegiatan bersama
5. Compromise; artinya kedua atau semua sub kelompok yang telibat dalam konflik berusaha mencari dan mendapatkan jalan tengah
6. Integration; artinya pendapat-pendapat yang bertentangan didiskusikan, dipertimbangkan dan ditelaah kembali sampai kelompok mencapai suatu keputusan yang memuaskan bagi semua pihak

Sumber :
Buku MKDU Ilmu Sosial Dasar (penerbit Gunadarma)






Selasa, 30 November 2010

PENDUDUK, MASYARAKAT, DAN KEBUDAYAAN (TULISAN)


PENDUDUK, MASYARAKAT, DAN KEBUDAYAAN

PENDUDUK
Penduduk adalah seseorang atau suatu kelompok yang tinggal di suatu daerah tertentu yang mempunyai surat izin untuk tinggal disitu. Penduduk bisa tinggal di kota ataupun di desa. Indonesia merupakan salah satu negara yang jumlah penduduknya  besar. Dengan pertumbuhan penduduk yang makin cepat. Pertumbuhan penduduk yang makin cepat mendorong pertumbuhan aspek-aspek kehidupan yang meliputi aspek sosial, ekonomi, politik, dan kebudayaan. Dengan adanya pertumbuhan aspek-aspek tersebut maka bertambahlah sistem mata pencaharian hidup. Pertumbuhan penduduk merupakan salah satu faktor yang penting dalam masalah ekonomi umumnya dan masalah penduduk khususnya. Jumlah penduduk ditentukan oleh : angka kelahiran, angka kematian, dan perpindahan penduduk.  Di Indonesia terjadi penyebaran penduduk yang tidak merata. Hal ini di sebabkan karena penduduk lebih suka tinggal di kota-kota besar daripada tinggal di desa. Banyak penduduk yang befikiran lebih enak tinggal di kota dari pada di desa. Mereka menganggap pekerjaan di kota lebih bagus dari pada pekerjaan di desa. Padahal di kota sangatlah susah untuk mencari pekerjaan. Akibatnya penduduk-penduduk yang tidak dapat pekerjaan di kota menjadi pengangguran. Kota- kota besar di Indonesia yang meliputi Jakarta, Surabaya, Bandung,dan kota-kota besar yang lainnya merupakan kota yang padat penduduknya. Untuk mengatasi kepadatan jumlah penduduk yang tidak merata, pemerintah menggalakan program transmigrasi. Transmigrasi, yaitu perpindahan penduduk dari satu pulau kepulau lain dalam satu negara. Dan untuk mengatur jumlah penduduk pemerintah menggalakkan program keluarga berencana. Program keluarga berencana di Indonesia sangat baik dan bahkan di jadikan contoh oleh banyak negara yang mempunyai masalh kependudukan.

MASYARAKAT        
Masyarakat adalah sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup (atau semi terbuka), dimana sebagian besar interaksi adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut. Masyarakat adalah sebuah komunitas yang interdependen (saling tergantung satu sama lain). Istilah masyarakat digunakan untuk mengacu sekelompok orang yang hidup bersama dalam satu.
           
KEBUDAYAAN
Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari berbagai unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni.


PENDUDUK, MASYARAKAT, DAN KEBUDAYAAN (TUGAS 2)


PENDUDUK, MASYARAKAT, DAN KEBUDAYAAN

PENDAHULUAN
Pertumbuhan penduduk yang makin cepat, mendorong pertumbuhan aspek-aspek kehidupan yang meliputi aspek sosial, ekonomi, politik, kebudayaan dan sebagainya. Dengan adanya pertumbuhan aspek-aspek kehidupan tersebut, maka bertambahlah sistem mata pencaharian hidup dari homogen menjadi kompleks. Berbeda dengan makhluk lain manusia mempunyai kelebihan dalam kehidupannya. Manusia dapat memanfaatkan dan mengembangkan akal budinya. Pemanfaatan dan pengembangan akal dan budi telah terungkap pada perkembangan kebudayaan, baik kebudayaan rohaniah maupun kebudayaan kebendaan. Akibat dari perkembangan kebudayaan ini, telah mengubah cara berpikir manusia dalam memenuhi kehidupan hidupnya.

PERTUMBUHAN PENDUDUK
Pertumbuhan penduduk merupakan salah satu faktor yang penting dalam masalah sosial ekonomi umumnya dan masalah penduduk khususnya. Karena di samping berpengaruh terhadap jumlah dan komposisi penduduk juga akan berpengaruh terhadap kondisi sosial ekonomi suatu daerah atau negara bahkan dunia. Dengan bertambahnya penduduk berarti pula harus bertambah pula persedian bahan makanan, perumahan, kesempatan kerja, jumlah gedung sekolah dan lain-lain. Disamping itu apabila pertambahan fasilitas di atas akan menimbulkan masala-masalah. Misalnya akan pertambah tingginya angka pengangguran, semakin meningkatnya tingkat kemiskinan, banyak anak usia sekolah yang tidak tertampung serta timbulnya kejahatan atau kriminalitas.
Waktu penggadaan penduduk dunia selanjutnya diperkirakan 35 tahun. Penambahan/pertambahan penduduk di suatu daerah atau negara pada dasarnya dipengaruhi oleh faktor-faktor demografi sebagai berikut :
1.     Kematian (mortalitas)
2.     Kelahiran (fertilitas)
3.     Migrasi
Didalam pengukuran demografi ketiga faktor tersebut diukur dengan tingka/rate. Tingkat/rate ialah kejadian dari peristiwa yang menyatukan dalam bentuk perbandingan. Biasanya perbandingan ini dinyatakan dalam tiap 1000 penduduk.
Kematian
Dua jenis tingkat kematian :
1.     Tingkat kematian kasar (crude death rate/CDR)
Adalah banyaknya orang yang meninggal pada suatu tahun per jumlah penduduk pertengahan tahun tersebut. Secara dinyatakan tiap 1.000 orang.
2.     Tingkat kematian khusus (age specific death rate)
Karena tingkat kematian itu dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain umur, jenis kelamin, pekerjaan. Umpama laki-laki berusia 85 tahun mempunyai kemungkinan lebih besar untuk mati daripada laki-laki berusia 25 tahun. Karena perbedaan resiko tersebut maka digunakan tingkat kematian menurut umur (spesific death rate), dengan tingkat kematian ini menunjukan hasil yang lebih teliti. Karena angka ini menyatakan banyaknya kematian pada kelompok umur tertentu 1000 penduduk pada kelompok umuryang sama.
Fertilitas (kelahiran hidup)
Pengukuran fertilitas tidak sesederhana dalam pengukuran mortalitas, hal ini disebabkan adanya alasan sebagai berikut :
1.     Sulit memperoleh angka statistik lahir hidup karena banyak bayi-bayi yang meninggal beberapa saat sesudah dilahirkan.
2.     Wanita mempunyai kemungkinan melahirkan dari seorang anak (tapi meninggal hanya sekali)
3.     Makin tua umur wanita tidaklah berarti, bahwa kemungkinan mempunyai anak makin menurun.
4.     Di dalam pengukuran fertilitas akan melibatkan satu orang saja. Tidak semua wanita mempunyai kemungkinan untuk melakukan.
Ada dua istilah asing yang kedua-duanya di terjemahkan sebagai kesuburan :
1.     Facundity (kesuburan)
Adalah lebih diartikan sebagai kemampuan biologis wanita untuk mempunyai anak.
2.     Fertility (fertilitas)
Adalah jumlah kelahiran hidup dari seorang wanita atu sekelompok wanita.

KEBUDAYAAN DAN KEPRIBADIAN
1.     Zaman batu sampai zaman logam
2.     Zaman batu tua
3.     Zaman batu muda

Sumber :
Buku MKDU Ilmu Sosial Dasar

AGAMA DAN MASYARAKAT (TUGAS)


AGAMA DAN MASYARAKAT

Kaitan agama dengan masyarakat banyak dibuktikan oleh pengetahuan agama yang meliputi penulisan sejarah dan figur nabi dalam mengubah kehidupan sosial, argumentasi rasional tentang arti dan hakikat kehidupan, tentang Tuhan dan kesadaran akan maut menimbulkan relegi dan sila Ketuhanan Yang Maha Esa sampai pada pengalaman agamanya para tasauf. Agama merupakan tempat mencari makna hidup yang final dan ultimate. Pada urutannya agama yang diyakininya merupakan sumber motivasi tindakan individu dalam hubungan sosialnya, dan kembali kepada konsep hubungan agama dengan masyarakat dimana pengalaman keagamaan akan terefleksikan pada tindakan sosial, dan individu dengan masyarakat seharusnya tidak bersifat antagonis. Membicarakan peranan agama dalam kehidupan sosial menyangkut dua hal yang sudah tentu hubungannya erat, memiliki aspek-aspek yang terpelihara. Yaitu pengaruh dari cita-cita agama dan etika agama dalam kehidupan individu dari kelas sosial dan grup sosial, perseorangan dan kolektivitas, dan mencakup kebiasaan dan cara semua unsur asing agama diwarnainya. Agama sebagai suatu sistem mencakup individu dan masyarakat, seperti adanya emosi keagamaan, keyakinan tehadap sifat paham, ritus dan upacara, serta umat atau kesatuan sosial yang terikat pada agamanya. Agama dan masyarakat dapat pula diwujudkan dalam sistem simbol yang memantapkan peranan dan motivasi manusianya, kemudian terstrukturnya mengenai hukum dan ketentuan yang berlaku umum, seperti banyaknya pendapat agama tentang kehidupan dunia seperti masalah keluarga, bernegara, konsumsi, produksi, hari libur, prinsip waris, dan sebagainya. Peraturan agama dalam masyarakat penuh dengan hidup, menekankan pada hal-hal yang normatif atau menunjuk kepada hal-hal yang sebaiknya dan seharusnya dilakukan. Karena latar belakang sosial yang berbeda dari masyarakat agama, maka masyarakat akan memiliki sikap dan nilai yang berbeda pula.

1.      Fungsi Agama
Untuk mendiskusikan fungsi agama dalam masyarakat ada tiga aspek penting yang selalu dipelajari, yaitu kebudayaan, sistem sosial, dan kepribadian. Ketiga aspek tersebut merupakan kompleks fenomena sosial terpadu yang pengaruhnya dapat diamati dalam perilaku manusia, sehingga timbul pertanyaan, sejauh mana fungsi lembaga agama dalam memelihara sistem, apakah lembaga agama terhadap kebudayaan sebagai suatu sistem, dan sejauh manakah agama dalam mempertahankan keseimbangan pribadi melakukan fungsinya. Sebagai kerangka acuan penelitian empiris, teori fungsional memandang masyarakat suatu lembaga sosial yang seimbang. Manusia mementaskan dan menolakan kegiatannya menurut norma yang berlaku umum, peranan serta statusnya. Lembaga yang demikian kompleks ini secara keseluruhan merupakan sistem sosial, dimana setiap unsur dari kelembagaan itu saling tergantung dan menentukan semu unsur lainnya. Teori fungsional dalam melihatg kebudayaan pengertiannya adalah bahwa kebudayaan itu berwujud suatu kompleks dari ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan dan sistem sosial yang terdiri dari aktivita-aktivitas manusi-manusi yang berinteraksi, berhubungan, serta bergaul satu dengan lain, setiap saat mengikuti pola-pola tertentu berdasarkan adat tata kelakuan, bersifat kongkret terjadi di sekeliling. Manusia berbudaya menganut berbagai nilai, gagasan dan orientasi yang terpola mempengaruhi perilaku, bertindak dalam konteks terlembaga dalam lembaga situasi, dimana peranan dipaksakan oleh sanksi positif dan negatif, menolakan penampilannya, tetapi yang bertindak, berpikir dan masa adalah individu. Fungsi agama dalam pengukuhan nilai-nilai, bersumber pada kerangka acuan yang bersifat saklar, maka normanya pun dikukuhkan dengan sanksi-sanksi saklar. Dalam setiap masyarakat sanksi saklar mempunyai kekuatan memaksa istimewa, karena ganjaran dan hukumannya bersifat duniawi dan supramanusiawi dan ukhrowi. Fungsi agama di bidang sosial adalah sebagai fungsi penentu di mana agama menciptakan suatu ikatan bersama, baik diantara anggota-anggota beberapa masyarakat maupun dalam kewajiban-kewajiban sosial yang membantu mempersatukan mereka. Fungsi agama sebagai sosialisasi individu ialah individu pada saat dia tumbuh menjadi dewasa, memerlukan suatu sistem nilai sebagai semacam tuntunan umum untuk (mengarahkan) aktivitasnya dalam masyarakat, dan berfungsisebagai tujuan akhir pengembangan kepribadian.

2.      Pelembagaan Agama
Agama begitu universal, permanen (langgeng), dan mengatur dalam kehidupan, sehingga bila tidak memahami agama, akan sukar memahami masyarakat. Hal yang perlu dijawab dalam memahami lembaga agama adalah  apa dan mengapa agama ada, unsur-unsur dan bentuknya serta fungsi dan struktur agama. Dimensi ini mengidentifikasi pengaruh-pengaruh kepercayaan, praktek, pengalaman, dan pengetahuan keagamaan didalam kehidupan sehari-sehari. Terkandung makna ajaran “kerja” dalam pengertian teologis. Dimensi keyakinan, praktek, pengalaman dan pengetahuan dapat diterima sebagai dalil atau dasar analitis, namun hubungan-hubungan antara keempatnya tidak dapat diungkapan tanpa data empiris. Kaitan agama dalam masyarakat dapat mencerminkan tiga tipe, meskipun tidak menggambarkan sebenarnya secara utuh (Elizabeth K. Nottingham, 1954)
a.      Masyarakat yang terbelakang dan nilai-nilai saklar
b.      Masyarakat-masyarakat praindustri yang sedang berkembang



Sumber :
Buku MKDU Ilmu Sosial Dasar (penerbit Gunadarma)

Senin, 29 November 2010

ILMU PENGETAHUAN, TEKNOLOGI, DAN KEMISKINAN (TUGAS)


ILMU PENGETAHUAN, TEKNOLOGI, DAN KEMISKINAN

Ilmu pengetahuan lazim digunakan dalam pengertian sehari-hari, terdiri dari dua kata ilmu dan pengetahuan yang masing-masing mempunyai identitas sendiri-sendiri.

1.      ILMU PENGETAHUAN
Dikalangan ilmuwan ada keseragaman pendapat, bahwa ilmu itu selalu tersusun dari pengetahuan secara teratur, yang diperoleh dengan pangkal tumpuan (objek) tertentu dengan sistematis, metodis, rasional/logis, empiris, umum dan akumulatif. Pengertian pengetahuan sebagai istilah filsafat tidaklah sederhana karena bermacam-macam pandangan dan teori (epistemologi), diantaranya pandangan Aristoteles, bahwa pengtahuan merupakan pengetahuan yang dapat diinderai dan dapat merangsang budi. Menurut Decartes ilmu pengetahuan merupakan serba budi; oleh Bacon dan David Home diartikan sebagai pengalaman indera dan batin; menurut Immanuel Kant pengetahuan merupakan persatuan antara budi dan pengalaman; dan teori Pyroo mengatakan, bahwa tidak ada kepastian dalam pengetahuan.

2.      TEKNOLOGI
Dalam konsep yang pragmatis dengan kemungkinan berlaku secara akedemis dapatlah dikatakan, bahwa ilmu pengetahuan (body of knowledge), dan teknologi sebagai suatu seni (state of art) yang mengandung pengertian berhubungan dengan proses produksi; menyangkut cara bagaimana berbagai sumber, tanah, modal, tenaga kerja dan keterampilan dikombinasikan untuk merealisasi tujuan produksi. Teknologi memperlihatkan fenomenanya dalam masyarakat sebagai hal impersonal dan memiliki otonomi mengubah setiap bidagkehidupan manusi menjadi lingkup teknis.
Teknik menurut Ellul adalah berbagai usaha, metode dan cara untuk memperoleh hasil yang sudah distandardisasindan diperhitungkan sebelumnya.
Fenomena teknik pada masyarakat kini, menurut Sastrapetedja (1980) memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
a.      Rasionalitas
b.      Artifisialitas
c.       Otomatisme
d.      Teknis berkembang pada suatu kebudayaan
e.      Monisme
f.        Universalisme
g.      Otonomi

3.      ILMU PENGETAHUAN TEKNOLOGI DAN NILAI
Ilmu pengetahuan dan teknologi sering dikaitkan dengan nilai atau moral. Hal ini besar perhatiannya tatkala dirasakan dampaknya melalui kebijaksanaan pembangunan, yang pada hakikatnya adalah penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi. Penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi sering kurangmemperhatikan masalah nilai, moral atau segi-segi manusiawinya. Keadaan demikian tidak luput dari falsafah pembangunannya itu sendiri, dalam menentukan pilihan antara orientasi produksi dengan motif ekonomi yang kuat, dengan orientasi nilai yang menyangkut segi-segi kemanusian yang terkadangharus dibayar lebih mahal.

4.      KEMISKINAN
Kemiskinan lazimnya dituliskan sebagai kurangnya pendapatan untuk memenuhi kebutuhan hidup yang pokok. Dikatakan berada di bawah garis kemiskinan apabila pendapatan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup yang palin pokok seperti pangan, pakaian, tmpat berteduh,dll.(Emil Salim,1982). Kemiskinan merupakan tema sentral dari perjuangan bangsa akan kemerdekaan bangsa, dan motivasi fundamental dari cita-cita menciptakan masyarakat adil dan makmur. Garis kemiskinan yang menentukan batas minimum pendapatan yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pokok, bisa dipengaruhi oleh tiga hal :
1.      Persepsi manusia terhadap kebutuhan pokok yang diperlukan
2.      Posisi manusia dalam lingkungan sekitar
3.      Kebutuhan objektif manusia untuk bisa hidup secara manusiawi

Sumber :
Buku MKDU Ilmu Sosial Dasar (penerbit Gunadarma)

MASYARAKAT PEDESAAN DAN MASYARAKAT PERKOTAAN (TUGAS)


MASYARAKAT PEDESAAN DAN MASYARAKAT PERKOTAAN
             
1.      MASYARAKAT PERKOTAAN, ASPEK-ASPEK POSITIF DAN NEGATIF
A.      Pengertian masyarakat
Dalam arti luas masyarakat adalah keseluruhan hubungan-hubungan dalam hidup bersama dan tidak dibatasi oleh lingkungan, bangsa dan sebagainya. Atau dalam kata lain kebulatan dari semua perhubungan dalam hidup bermasyarakat . dalam arti sempit masyarakat adalah sekelompok manusia yang dibatasi oleh aspek-aspek tertentu, misalnya teritorial, bangsa, golongan dan sebagainya.
B.      Masyarakat perkotaan
Masyarakat perkotaan sering disebut juga urban community. Pengertian masyarakat kota lebih ditekankan pada sifat-sifat kehidupannya serta ciri-ciri kehidupannya yang berbeda dengan masyarakat pedesaan.
C.      Perbedaan desa dan kota
Ciri-ciri perbedaan dan kota :
1.jumlah dan kepadatan penduduk
2.lingkungan hidup
3.mata pencaharian
4.corak kehidupan sosial
5.strafikasi sosial
6.mobilitas sosial
7.pola interaksi sosial
8.solidaritas sosial
9.kedudukan dalam hierarki sistem administrasi nasional

2.      HUBUNGAN DESA DAN KOTA
Masyarakat pedesaan dan perkotaan bukanlah dua komunitas yang terpisah sama sekali satu sama lain. Bahkan dalam keadaan yang wajar diantara keduanya terdapat hubungan yang erat, bersifat ketergantungan, karena antara mereka saling membutuhkan. Kota tergantung pada desa dalam memenuhi kebutuhan warganya akan bahan-bahan pangan seperti beras , sayur-mayur, daging dan ikan. Desa juga merupakan sumber tenaga kasar bagi jenis-jenis pekerjaan tertentu di kota, misalnya saja buruh bangunan dalam proyek-proyek perumahan , proyek pembangunan atau perbaikan jalan raya atau jembatan atau tukang becak. Mereka ini biasanya adalah pekerja-pekerja musiman. Pada saat musim tanam mereka, sibuk bekerja disawah. Bila pekerjaan dibidang pertanian mulai menyurut, sementara menunggu masa panen mereka merantau ke kota terdekat untuk melakukan apa saja yang tersedia.

3.      MASYARAKAT PEDESAAN
A.      Pengertian desa
Yang dimaksud dengan desa menurut Sutardjo Kartohadikusuma adalah suatu kesatuan hukum dimana bertempat tinggal  suatu masyarakat pemerintahan sendiri.
Menurut Bintarto desa merupakan perwujudan atau kesatuan geografi, sosial, ekonomi, politik dan kultural yang terdapat disitu (suatu daerah) dalam hubungannya dan pengaruhnya secara timbal balik dengan daerah lain.
Menurut Paul H. Landis desa adalah penduduknya kurang dari 2.500 jiwa.
B.      Hakikat dan sifat masyarakat pedesaan
Masyarakat di Indonesia lebih dari 80% tinggal di pedesaan dengan mata pencarianyang bersifat agraris. Masyarakat pedesaan yang agraris biasanya dipandang antara sepintas kilas di nilai olehorang-orang kota sebagai masyarakat tentang damai, harmonis yaitu masyarakat yang adem ayem, sehingga oleh orang kota dianggap sebagai tempat untuk melepaskan lelah dari segala kesibukan, keramaian dan keruwetan atau kekusutan pikir.
C.      Sistem nilai budaya petani Indonesia
Sistem nilai budaya petani Indonesia antara lain sebagai berikut :
a.      Para petani Indonesia terutama di Jawa pada dasarnya menganggap hidupnya itu sebagai sesuatu hal yang buruk, penuh dosa, kesengsaraan.
b.      Mereka beranggapan bahwa orang bekerja itu untuk hidup dan kadang-kadang untuk mencapai kedudukannya.
c.       Mereka berorientasi pada masa ini (sekarang), kurang memperdulikan masa depan, mereka kurang mampu untuk itu.
d.      Mereka menganggap alam tidak menakutkan bila ada bencana alam bencana lain itu hanya merupakan suatu yang harus wajib diterima.
e.      Dan untuk menghadapi alam mereka cukup dengan hidup bergotong-royong, mereka sadar bahwa dalam hidup itu pada hakikatnya tergantung kepada sesamanya.
D.     Unsur-unsur desa
Daerah dalam arti tanah-tanah yang produktif dan yang tidak, beserta penggunaannya, termasuk juga unsur lokasi, luas dan batas yang merupakan lingkungan geografis setempat.
Penduduk adalah hal yang meliputi jumlah pertambahan, kepadatan, persebaran dan mata pencarian penduduk desa setempat.
Tata kehidupan dalam hal ini pola pergaulan dan ikatan-ikatan pergaulan warga desa. Jadi menyangkut seluk beluk kehidupan masyarakat desa (rural society).
Ketiga unsur desa ini tidak lepas satu sama lain, artinya tidak berdiri sendiri, melainkan merupakan satu kesatuan.
E.      Fungsi desa
Pertama dalam hubungannya dengan kota, maka desa yang merupakan “hinterland” atau daerah dukung berfungsi sebagai suatu daerah pemberian bahan makanan pokok seperti padi, jagung, ketela, di samping baha makanan lain seperti kacang, kedelai, buah-buahan, dan bahan makanan lain yang berasal dari hewan.
Kedua desa ditinjau dari sudut potensi ekonomi berfungsi sebagai lumbung bahan mentah (raw material) dan tenaga kerja (man power) yang tidak kecil artinya.
Ketiga dari segi kegiatan kerja (occupation) desa dapat merupakan desa agraris, desa manufaktur, desa industri, desa nelayan dan sebagainya.

4.      URBANISASI DAN URBANISME
Urbanisasi adalah suatu proses berpindahnya penduduk dari desa ke kota atau dapat pula dikatakan bahwa urbanisasi merupakan proses terjadinya masyarakat perkotaan.

Sumber :
Buku MKDU Ilmu Sosial Dasar (penerbit Gunadarma)